Minggu, 29 April 2012

Jenis - Jenis Sepatu Futsal

Sebagai mahasiswa yang hobi futsal, disini saya mau berbagi ilmu sedikit nih buat pembaca sekalian :-)

Sama seperti sepak bola, futsal sebagai olahraga yang termasuk keras karena ada banyak benturan-benturan ketika memainkannya, tidak bisa lepas dari aksesoris atau peralatan pendukungnya. Yap, terutama sepatu.

Seperti yang kita ketahui, dewasa ini udah banyak banget jenis sepatu futsal. Mulai dari yang orisinal yang tentu harganya selangit, sampai sepatu abal-abal. Serta dari berbagai merk, yang terkenal seperti Adidas, Nike, Puma dll. Nah, sekarang saya akan menjelaskan perbedaan antara sepatu orisinal dan abal-abal (sepengetahuan saya hehe :-D). Disini saya akan mengambil contoh merk aparel Adidas.



Sepatu Orisinal

adidas Predator Absolado In

Gambar diatas adalah jenis sepatu futsal Adidas seri Predator. Ciri-ciri khusus untuk sepatu ini adalah, dari bahan sepatunya yang tentu dibuat lembut untuk kenyamanan pemakai. Sol sepatu dengan karet terbaik untuk memastikan pijakan si pemakai tidak slip saat berlari. Ujung sepatu dibuat tebal untuk menambah kekuatan tendangan si pemakai. Desain sepatu yang ramping yang disesuaikan dengan bentuk kaki untuk menambah tingkat kenyamanan. Sepatu ini di banderol di pasaran seharga Rp 699.000!! Harga yang wow untuk ukuran kantong mahasiswa hehe :-D



Sepatu Abal-Abal (KW)


adidas Predator abal-abal

Gambar diatas adalah sepatu futsal Adidas non-orisinal, atau yang biasa kita tahu dengan nama abal-abal atau sepatu KW :-P. Dari desain sepatu, hampir menyerupai versi orisinalnya. Namun, dari bahan yang digunakan, jauh dari ekspetasi. Bahan yang digunakan terbilang tipis sehingga tidak nyaman saat dipakai. Begitu juga dengan karet sol yang digunakan, permukaannya tidak rata sehingga kemampuan untuk meminimalisir slip saat berlari sangat kecil. Juga dengan ujung sepatunya, tingkat ketebalannya bisa dibilang tidak membantu dalam menendang bola. Karena bentuk ujungnya yang lancip sehingga ketika si pemakai melepaskan tendangan, arah rotasi bola sering meleset. Sepatu jenis ini di banderol di pasaran kira-kira seharga Rp 125.000 bahkan bisa lebih murah!!


Dari segi ekonomis, khususnya bagi mahasiswa (hehe :-P) mungkin sepatu KW menjadi pilihan karena harganya yang lebih terjangkau. Tapi bagaimana dengan kenyamanan dan keselamatan di atas lapangan? Jujur, dengan memakai sepatu yang orisinal keselamatan kaki di lapangan lebih terjaga. Diluar faktor non-teknis, tingkat keamanan sepatu orisinal memang lebih meyakinkan. Namun, kembali ke permasalahan, kami mahasiswa :-D (no offense, hehe)

Nah disini saya akan berbagi pengetahuan tentang sepatu futsa Take-Down. Apa sih sepatu Take Down itu?
Sepatu Take-Down itu adalah sepatu orisinal yang dibuat menggunakan bahan dengan kualitas lebih rendah. Dilihat dari bentuk fisiknya, sepatu Take-Down sangat mirip dengan sepatu yang di banderol seharga 700 ribu diatas. Namun bedanya ada pada bahan pembuatnya. Mungkin bahan yang digunakan untuk sepatu jenis Take-Down kualitasnya lebih rendah. Namun, Take-Down tetap masuk kategori orisinal. Oleh sebab itu tingkat kenyamanan dan keamanan saat dipakai sudah teruji. Yang lebih hebatnya sepatu ini hanya di banderol seharga 200-300 ribu!! Cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa bukan?? 

Dibawah ini adalah gambar sepatu futsal orisinal dan sepatu futsal orisinal Take-Down!!

Gambar atas: orisinal Take-Down, gambar bawah: orisinal

Dari gambar diatas sudah terlihat kan bahwa dari segi fisik kedua sepatu tersebut serupa. Namun, coba perhatikan lebih detail lagi. Bentuk sol kedua sepatu tersebut berbeda, begitu juga permukaan sol sepatunya. Serta bahan untuk telapak kaki (bagian dalam sepatu, maaf tidak ada gambarnya) juga berbeda. Sepatu Take-Down dibuat lebih tipis, namun tetap nyaman dan aman ketika digunakan. 

Untuk ukuran mahasiswa, saya menyarankan agar membeli sepatu futsal Take-Down. Karena dari segi ekonomis jauh lebih murah, namun tingkat kenyamanan dan keamanan ketika dipakai tetap terjaga :-)

Itu saja yang bisa saya bagi mengenai sepatu futsal, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya :-)







Rabu, 28 Maret 2012

Resume Kelompok 6: Uang, Bank dan Penciptaan Uang

Pengertian uang:  Uang adalah alat tukar menukar yang diterima masyarakat dan digunakan sebagai alat untuk membayar berbagai barang atau jasa secara sah

Fungsi uang dibedakan menjadi dua, yaitu:
a.       Fungsi Asli
1)      Alat Tukar, Sebagai alat tukar, uang memungkinkan seluruh transaksi dapat dilakukan.
2)      Alat Satuan Hitung, Sebagai satuan hitung uang dapat digunakan untuk menghitung harga sebuah barang. 

b.      Fungsi Turunan
1)      Alat penimbun kekayaan, Uang yang kita miliki saat ini dapat kita gunakan untuk bulan depan atau tahun depan.
2)      Alat pemindah kekayaan, Uang dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah.
3)      Alat pembayaran yang ditangguhkan, Uang dapat digunakan untuk mengukur pembayaran pada masa yang akan datang. 

Jenis uang dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Uang kartal
    1) Uang logam
    2) Uang kertas / plastik
b. Uang giral

Nilai uang dilihat dari bahan pembuatannya:
1) Nilai intrinsik
2) NIlai nominal

Nilai uang dilihat dari penggunaannya:
1) Nilai internal
2) Nilai eksternal

Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan uang:
1) Motif transaksi
2) Motif berjaga-jaga
3) Motif spekulasi

Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran uang:
1) Pendapatan
2) Tingkat suku bunga
3) Selera masyarakat
4) Harga barang
5) Fasilitas kredit
6) Kekayaan masyarakat

Pengertian bank:
Bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya.

Fungsi bank:
Fungsi utama dari bank adalah menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai dan perluasan kredit.

Jenis-jenis bank:
1) Bank sentral
2) Bank umum

Penciptaan uang:
Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang:
1.      Dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam,
2.      Melalui pengadaan utang dan pinjaman,
3.      Melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti pelonggaran kuantitatif.



Selasa, 27 Maret 2012

Resume Kelompok 5: Analisis Pendapatan Nasional untuk Ekonomi Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi

Pengertian Perekonomian Dua Sektor

Perekonomian tertutup artinya tidak mengenal hubungan luar negeri, sehingga tidak ada kegiatan ekspor-impor. Sedangkan, perekonomian sederhana tidak mengenal keterlibatan pemerintah dalam kegiatan perekonomian. Jadi, perekonomian tertutup sederhana adalah perekonomian yang melibatkan deal pelaku, yaitu rumah tangga dan perusahaan.

Model Analisis dengan Variabel Investasi dan Tabungan

Model analisis dengan variabel investasi dan tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi. Tujuan dari pelaksanaan model ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasian mesin dan pabrik.

Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek, yaitu:

1. Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya.
2. Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah.
3. Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar.
4. Dampak valuta asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih.

Konsumsi dan Tabungan

Pendapatan nasional atau disebut juga dengan yield (Y), dalam perekonomian tertutup sederhana, dari sisi rumah tangga akan digunakan untuk dua macam hal, yaitu:

1. Membeli barang dan jasa, atau dengan kata lain melakukan kegiatan konsumsi atan consupsion (C)
2. Menabung, yang disebut juga dengan saving (S)
bila digambarkan dengan rumus, maka kita akan mendapatkan rumus Y = C + S

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pendapatan yang yang digunakan untuk konsumsi antara lain:

1. Besarnya pendapatan yang diterima oleh rumah tangga setelah dikurangi pajak dan potongan-potongan lainnya
2. Komposisi anggota rumah tangga (jumlah dan umur anggota)
3. Kondisi lingkungan, yaitu pengaruh faktor geografis dan sosial
4. Perkiraan masa depan

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah pendapatan yang digunakan untuk menabung antara lain:

1. Besarnya pendapatan yang diterima oleh rumah tangga setelah dikurangi pengeluaran untuk konsumsi
2. Tingkat bunga
3. Keinginan untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal tidak terduga dimasa depan

Pengaruh Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pengangguran di Indonesia

Didasarkan pada faktor-faktor penyebab inflasi, maka ada tiga jenis penyebab inflasi yaitu:
1. Inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation)
2. Inflasi desakan biaya (cost-push inflation)
3. Inflasi karena pengaruh impor (imported inflation)


Sabtu, 24 Maret 2012

Resume Kelompok 4: Struktur Pasar

Pasar adalah suatu tempat yang mempertemukan antara pembeli dan penjual yang akan membentuk harga yang disepakati kedua belah pihak untuk suatu barang atau jasa tertentu.


Menurut segi fisiknya pasar dikelompokkan menjadi:
1. Pasar tradisional;
2. Pasar raya;
3. Pasar abstrak;
4. Pasar konkrit;
5. Toko swalayan;
6. Toko serba ada.


Berdasarkan barang yang dijual, pasar dikelompokkan menjadi:
1. Pasar ikan;
2. Pasar sayuran;
3. Pasar buah-buahan;
4. Pasar barang elektronik;
5. Pasar barang perhiasan;
6. Pasar bahan bangunan;
7. Bursa efek dan saham.


Struktur pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan ciri-ciri tertentu. Berikut jenis-jenis struktur pasar:
1. Pasar persaingan sempurna, adalah struktur pasar yang ditandai oleh jumlah pembeli dan penjual yang sangat banyak. Biasanya jenis pasar ini menjual barang-barang kebutuhan primer.
2. Pasar persaingan tidak sempurna, dibagi menjadi pasar monopoli, pasar monopolistik dan pasar oligopoli.



Resume Kelompok 3: Perilaku Produsen

Produksi adalah proses menghasilkan barang dan jasa. Orang yang menghasilkan barang dan jasa disebut produsen atau yang biasa kita sebut pengusaha. Produksi juga memiliki fungsi, yaitu interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output).

Dalam produksi ada beberapa faktor, yaitu:
1. Faktor produksi asli (alam);
2. Faktor produksi turunan (buatan).

Produsen dalam kegiatan perekonomian, yaitu:
1. Bagi masyarakat: memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak;
2. Bagi pemerintah: bertugas mengubah tatanan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Perilaku produsen dalam kegiatan produksi, yaitu:
1. Perencanaan;
2. Pengorganisasian;
3. Pengarahan;
4. Pengendalian;

Kamis, 15 Maret 2012

Resume Kelompok 2: Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang melakukan pembelian barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya.

Ada dua wujud konsumen, yaitu:
1. Personal consumer: seorang konsumen membeli suatu barang atau jasa untuk dirinya sendiri,
2. Organization consumer: seorang konsumen membeli suatu barang atau jasa untuk kepentingan organisasi.

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen:
1. Faktor sosial, yang terdiri dari group, family influence, dan roles and status,
2. Faktor personal, yang terdiri dari economic situation, lifestyle, personality and self concept, age and life cycle stage dan occupation,
3. Faktor psikologi, yang terdiri dari motivation, perception, learning dan beliefs and attitude,
4. Faktor kultural, yang terdiri dari subculture dan social class,
5. Keputusan pembelian.

Pendekatan perilaku konsumen:
1. Teori kardinal: teori ini menyatakan bahwa kegunaan dapat dihitung secara nominal,
2. Teori ordinal: teori ini menggunakan kurva indiferensi, dimana seseorang mengkonsumsi dua barang yang berbeda namun dengan kegunaan yang hampir sama, hingga menimbulkan kepuasan yang maksimal.

Berikut ini beberapa perilaku konsumen di Indonesia:
1. Berpikir jangka pendek. Kebanyakan warga Indonesia mengkonsumsi barang-barang instan,
2. Tidak terencana. Membeli produk yang kelihatan menarik atau yang sedang trend,
3. Suka berkumpul. Masyarakat Indonesia senang sekali bersosialisasi, hal itu tercermin dengan banyaknya pengguna situs jejaring sosial seperti Facebook atau twitter,
4. Gagap teknologi (gaptek). Sebagian besar konsumen Indonesia tidak begitu menguasai tekhnologi tinggi. Kebanyakan hanya menggunakan fitur-fitur yang biasa digunakan orang banyak,
5. Berorientasi pada konteks. Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya,
6. Menyukai produk dari luar negeri. Kualitas yang lebih baik ketimbang produk dalam negeri menjadi alasan utama,
7. Nilai-nilai agama. Konsumen Indonesia akan lebih percaya jika suatu produk dihubung-hubungkan dengan agama/simbol-simbol agama dan dikemukakan oleh tokoh agama,
8. Gengsi. Saling pamer akan produk-produk kelas satu menjadikan masyarakat gengsi terhadap orang-orang di sekitar lingkungannya,
9. Budaya lokal. Meskipun menyukai produk luar, masyarakat Indonesia ternyata masih mencintai produk dalam negeri, contohnya minat yang cukup banyak terhadap mobil Esemka,
10. Kurang peduli terhadap lingkungan. Contohnya penggunaan kantung plastik yang berlebihan.

Rabu, 14 Maret 2012

Resume Kelompok 1: Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

Permintaan adalah kesanggupan seseorang untuk meminta atau membeli berbagai jumlah barang atau jasa, pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu. Bunyi hukum permintaan adalah "Jika harga suatu barang naik, maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan berkurang. Sebaliknya jika harga suatu barang turun, maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah".

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan:
1. Pendapatan konsumen,
2. Harga barang substitusi dan komplementer,
3. Selera konsumen,
4. Jumlah penduduk,
5. Perkiraan harga di masa depan.

Penawaran adalah keinginan dan kemampuan penjual atan penyalur dalam menawarkan berbagai jumlah barang dalam suatu tingkat harga tertentu dan pada periode tertentu. Bunyi hukum penawaran adalah "Jika harga suatu barang naik, maka jumlah barang yang akan ditawarkan akan bertambah. Sebaliknya jika harga suatu barang turun, maka jumlah barang yang ditawarkan akan berkurang".

Berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
1. Biaya produksi,
2. Kemampuan perusahaan berproduksi,
3. Harapan perusahaan,
4. Ketersediaan sumber produksi,
5. Jumlah barang yang diminta konsumen.